• HOME
  • PROFIL
    • SEJARAH
      • BRIMOB POLRI
      • DETASEMEN B
    • DUAJA & TUNGGUL
      • DUAJA SATBRIMOB JABAR
      • TUNGGUL DEN B
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • VISI & MISI
    • QUICK WINS
    • DISLOKASI
      • SATBRIMOB JABAR
      • DETASEMEN A
      • DETASEMEN B
      • DETASEMEN C
      • SUBDEN GEGANA
    • PEJABAT MASA KE MASA
      • KAPOLRI
      • KAKORPS BRIMOB
      • KADEN B
  • OPSNAL & BIN
    • OPSNAL
    • 6 KEMAMPUAN BRIMOB
      • S A R
      • P H H
      • WANTEROR
      • G A G
      • JIBOMB
      • RESMOB
    • BINROHTAL
      • ISLAM
      • KATOLIK
      • PROTESTAN
      • HINDU
      • BUDHA
      • KEPERCAYAAN
      • ASMAUL HUSNA
  • INFORMASI
    • PENGUMUMAN
    • DOWNLOAD
  • GALERRY
  • KONTAK
    • E-MAIL
    • BUKU TAMU
6 Kemampuan Brimob
  • P H H
  • S A R
  • G A G
  • R E S M O B
  • J I B O M
  • WANTEROR
Latihan Skill
  • P B B
  • BELADIRI
Bimbingan Rohani
  • I S L A M
  • KATOLIK
  • PROTESTAN
  • HINDU
  • BUDHA

6 Kemampuan Brimob

PostDateIconWednesday, 27 January 2010 18:41 | PostAuthorIconWritten by admin

 
 z

Di dalam negara demokrasi dan era reformasi menuju masyarakat madani, kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak setiap warga negara sebagaimana yang di amanatkan dalam UUD 1945 dan diatur dalam Undang – undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum.Penyampaian pendapat di muka umum yang berisi hasutan berpotensi menimbulkan kerusuhan massa dan dapat mengakibatkan korban jiwa, harta benda maupun kehormatan, maka penanganannya diperlukan methoda dengan memperhatikan aspek hak asasi manusia, hukum, sosial budaya dan pertimbangan keamanan.

Detasemen B Satbrimob Polda Jabar adalah unsur pelaksana baik tingkat pusat maupun tingkat kewilayahan dengankemampuan PHH yang dimiliki berkewajiban sedini mungkin untuk mengantisifasi setiap bentuk unjuk rasa yang terus berkembang hingga menjurus pada tindakan anarkis.
Untuk meningkatkan, memelihara dan menghasilkan kemampuan serta untuk meningkatkan Profesianalisme anggota maka dalam keseharian seluruh personil Detasemen B selalu melakukan pelatihan secara rutin danberkesinambungan guna menghadapi segala bentuk tantangan tugas khususnya dalam hal unjuk rasa.

 

JAGA PERDAMAIAN DAN PELIHARA PERSAUDARAAN

SAMPAIKAN ASPIRASI SAUDARA SESUAI DENGAN PROSEDUR DAN PERATURAN YANG ADA

JUNJUNG TINGGI HAK AZASI MANUSIA

SERTA

JANGAN MUDAH TERPROVOKASI OLEH OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB YANG INGIN MERONGRONG KEDAULATAN BANGSA

Last Updated (Thursday, 15 July 2010 19:47)

 
PostDateIconThursday, 14 January 2010 11:39 | PostAuthorIconWritten by admin


    
                                                             
 

Last Updated (Thursday, 15 July 2010 20:07)

 
PostDateIconThursday, 14 January 2010 11:38 | PostAuthorIconWritten by admin




Last Updated (Thursday, 15 July 2010 20:05)

 
PostDateIconThursday, 14 January 2010 11:37 | PostAuthorIconWritten by admin



 
 
Operasi gerilya adalah operasi non konvensional yang dilakukan dengan menggunakan satuan-satuan yang relatif kecil di daerah belakang dan komunikasi lawan untuk mengikat, melelahkan, mengacaukan dan merongrong kekuatan perang musuh dan menghindari kehancuran kekuatan sendiri.

Operasi gerilya adalah operasi tempur dan merupakan bagian utama dari operasi perlawanan wilayah untuk mengurangi kekuatan perang lawan, sehingga pembagian kekuatan menguntungkan untuk beralih kepada tindakan ofensif non fisik.Operasi gerilya dapat berdiri sendiri dan dapat pula untuk membantu operasi konvensional tetapi selalu perlu dukungan rakyat, dilaksanakan bersama operasi non fisik

Pengetahuan Opspur merupakan pokok peranan dalam rangka menunjang tugas Kepolisian khususnya Brimob sebagai tugas pokok di tugas lapangan yang dapat mencapai tugasnya dengan baik yang dipengerahui oleh daya tempur maupun penggolongan operasi.
 



Last Updated (Thursday, 15 July 2010 20:05)

 

Copyright @ 2009
Detasemen B Satuan Brimob Polda Jabar

Admin Detasemen B tmplt pc didi.